Riaukarya.com – Seorang Wanita berinisial ANF (23) sebagai korban disinyalir dukun cabul, Dede Lesmana (24), dikarenakan Mau mendapat jodoh. Perkenalan keduanya terwujud lewat media sosial Instagram. “bagian dalam aksinya pelaku mengaku sebagai Pakar supranatural,” ucapan Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta center Komisaris Polisi Purwadi ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat, 1 Maret 2019. peristiwa ini terwujud pada
Bekasi — Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng Bumi pendidikan berbasis keagamaan di area Kabupaten Bekasi. Kasus ini menyeret sebutan SDI Plus Al Hanif setelah seorang Bunda korban berinisial N (33), memberanikan diri membongkar tindakan keji Nan menimpa dua anak laki-lakinya sejak tahun 2025. Pelaku dugaan kejahatan seksual
Sabtu 31-10-2026,17:04 WIB Reporter: Ezra Vandika| Editor: M. Fatkhurohman Kasus dugaan pencabulan Nan menyertakan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Jepara – dok.ist/ezra vandika — JEPARA, diswayjateng.id – Kasus dugaan pencabulan Nan menyertakan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Jepara, Jawa center, saat ini telah memasuki babak mutakhir Nan menyita
Medan, CNN Indonesia — Polresta Deli Serdang menahan seorang guru Religi berinisial MJH (37) di SD Kecamatan Namorambe atas kasus dugaan pemaksaan persetubuhan atau pencabulan 8 orang siswi. Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Muhammad, menerangkan tindak pidana tersebut terjadi pada Juli 2026. Perbuatannya mutakhir terungkap pada Oktober 2026. Berdasarkan keluaran penyelidikan Fana, terdapat delapan korban Nan keterangannya telah
dapat kasih atas Soal Anda. KLINIK TERKAIT Artikel di bawah ini Ialah pemutakhiran dari artikel berbarengan judul Eksis Perdamaian, Bisakah Kasus Pencabulan Terhadap Anak diberhentikan? Nan dibuat oleh Sovia Hasanah, S.H. dan kali pertama dipublikasikan pada Selasa, 25 September 2018. Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP pelan dan UU 1/2023 terkait KUHP Nan diundangkan pada tanggal
jogja.polri.go.id -Humas, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman telah hasil melindungi seorang kakek berinisial NGT (58) Penduduk Ngaglik, Sleman, Nan disinyalir melaksanakan tindakan cabul terhadap seorang bocah Pria berusia 6 tahun. Kasus ini terungkap setelah korban merasakan sakit demam dan menyetujui bahwa dirinya telah berperan korban kekerasan seksual. Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian,
jogja.polri.go.id -Humas, Seorang Bapak Nan tinggal di Nogotirto Gamping Sleman, berinisial H.W (48), telah mengerjakan tindakan cabul terhadap anak tirinya selama turun kelebihan empat tahun. peristiwa ini terjadi pada Kamis, 16 Februari 2023. Tindakan bejat pelaku tersebut telah dimulai sejak anak tirinya Tetap nongkrong di bangku sekolah Asas kelas 3, atau pada usia 12 tahun.
BEKASISATU, KOTA BEKASI — kuasa Kota (Pemkot) Bekasi merespons Sigap kasus dugaan kekerasan seksual Nan menimpa belasan santriwati di tidak akurat Esa pondok pesantren (ponpes) kawasan Bekasi Selatan. Selain mengevaluasi lemahnya kontrol aparat kewilayahan, Pemkot secara Formal mengusulkan penutupan lembaga pendidikan tersebut ke Kementerian Religi (Kemenag) dan menyiapkan skenario penyelamatan pendidikan para santri. Wali Kota
Dok. Istimewa SERANG | Unit Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Serang Kota tercapai menyingkap perkara dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak Nan terwujud di wilayah Pondok Taktakan baik, Kota Serang. Pengungkapan perkara tersebut dikerjakan pada Jum’at, 30/10/26. Perkara ini terkait berbarengan dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak sebagaimana dimaksud internal Pasal 415
Kanit Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Ipda Joshua Bakara (Roland/Presmedia) PRESMEDIA.ID– Polresta Tanjungpinang melalui Unit Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tanjungpinang, menangguhkan penahanan tersangka Cabul, Oknum ASN Navigasi Tanjungpinang tersangka Rk. Kanit PPA Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Joshua Bakara menyetujui penanguhan tersangka cabul anak dibawah umur inisial Rk ini. Ia beralasan,